додому Teknologi & Sains Teknik & Rekayasa Apa Itu Oculus dalam Arsitektur?

Apa Itu Oculus dalam Arsitektur?

Kedengarannya seperti sesuatu yang Anda temukan dalam novel fantasi. Sebuah mata di dinding. Sebuah jendela yang menatap ke belakang.

Dalam arsitektur, oculus adalah elemen struktural yang berbentuk seperti mata. Kata ini berasal langsung dari bahasa Latin untuk “mata.” Anda mungkin pernah melihatnya, meskipun Anda tidak tahu namanya.

Bayangkan jendela kecil dan bundar yang terkadang Anda lihat di bangunan-bangunan tua Eropa. Itu adalah oselus. Secara khusus, mereka sering disebut jendela oeil-de-boeuf. Diterjemahkan secara harfiah, itu berarti “mata lembu.” Bentuknya melingkar atau oval. Mereka membiarkan cahaya masuk tanpa perlu bukaan besar.

Namun contoh paling terkenal jauh lebih besar.

Pergi ke Roma. Berjalanlah ke Pantheon. Menengadah.

Tepat di tengah kubah besar itu ada sebuah lubang. Lebarnya 27 kaki. Tidak ada kaca. Langit terbuka saja. Ini adalah oculus dari varietas kubah. Itu satu-satunya sumber cahaya alami di dalam kuil kuno itu. Ini melacak matahari di lantai. Hujan turun saat hujan. Itu mentah, brutal, dan brilian.

Namun, ini bukan hanya tentang lubangnya. Lihatlah lebih dekat pada kolomnya.

Jika Anda melihat kolom ionik, periksa ibukotanya. Itu bagian teratasnya. Ia memiliki gulungan spiral khas yang disebut volute. Di tengah-tengah spiral itu? Ada disk kecil. Itu terlihat seperti mata. Ini juga merupakan oculus.

Jadi istilah ini mencakup banyak hal. Sebuah jendela bundar kecil. Sebuah lubang di kubah. Disk dekoratif di ibukota kolom. Semuanya memiliki kualitas yang melingkar dan seperti mata.

Mengapa ini penting? Karena arsitektur bukan hanya tentang tempat berlindung. Ini tentang membingkai pengalaman. Oculus Pantheon mengubah bangunan menjadi jam matahari. Ini menghubungkan bagian dalam dengan kosmos. Jendela kecil di sebuah rumah? Mereka membingkai pandangan. Mereka menangkap cahaya pada sudut tertentu.

Oculus ionik di kolom? Ini adalah anggukan untuk proporsional. Untuk simetri. Untuk ketertarikan manusia pada mata dan wajah. Kita melihat apa yang tampak seperti wajah dalam pola acak. Arsitek telah menggunakan trik itu selama berabad-abad.

Lain kali Anda berada di museum atau berjalan-jalan di kota tua, lihatlah ke atas.

Temukan matanya.

Perhatikan bagaimana hal itu mengubah ruang.

Detail kecil seperti itu. Yang membuat bangunan terasa hidup. Atau setidaknya, memperhatikanmu.

Exit mobile version