Matahari terbit sering kali digambarkan sebagai tontonan sunyi, yang menginspirasi banyak karya seni yang berupaya menangkap keindahannya dalam bentuk yang dapat didengar. Namun jika kita bisa mendengar matahari, pengalamannya sama sekali tidak damai. Kenyataannya, bintang kita adalah reaktor fusi nuklir yang sangat besar, dan suara aslinya akan sangat merusak.
Kebisingan Matahari: Kenyataan yang Mustahil
Matahari menghasilkan energi yang sangat besar dengan mengubah hidrogen menjadi helium – sebuah proses yang tidak hanya menghasilkan panas tetapi juga getaran yang kita anggap sebagai suara. Namun bunyi memerlukan medium untuk merambat, seperti udara atau air. Untungnya bagi kita, ruang hampa sepanjang 93 juta mil yang memisahkan bumi dari matahari secara efektif membungkamnya.
Jika ruangan itu diisi dengan udara, kebisingan matahari akan mencapai lebih dari 100 desibel, sebanding dengan gergaji mesin atau speaker konser rock. Ini akan menjadi gangguan yang menggelegar, namun dapat diatasi. Bahaya sebenarnya terletak pada getaran frekuensi rendah matahari.
Getaran Mematikan: Gelombang Kehancuran Subsonik
Matahari tidak hanya mengeluarkan suara; itu menghasilkan gelombang bertekanan dalam yang pada dasarnya merupakan gangguan seismik. Getaran subsonik ini jauh lebih kuat dibandingkan gempa bumi mana pun di Bumi. Jika mereka mencapai planet kita, mereka akan meratakan bangunan, meruntuhkan jembatan, dan menyebabkan kehancuran yang luas.
Keheningan yang kita alami bukanlah keadaan alamiah matahari; itu adalah penghalang pelindung ruang. Kita bersyukur atas kekosongan yang mampu mencegah kekuatan destruktif ini, sehingga matahari terbit tetap menjadi pengalaman yang damai dan bukan sebuah peristiwa bencana.
Suara matahari yang sebenarnya akan menjadi pengingat yang menakutkan akan kekuatan aslinya, sebuah kekuatan yang hanya dapat kita saksikan dari jarak yang aman. Keheningan bukanlah ketenangan, tapi kelangsungan hidup.
