Boneka indikator gravitasi nol milik anak berusia delapan tahun berada di dalam misi Artemis II NASA, menandai kontribusi unik dari anak muda penggila ruang angkasa terhadap kembalinya umat manusia ke eksplorasi bulan. Mainan berwajah tersenyum, yang dirancang oleh Lucas Ye dari Mountain View, California, akan melayang bebas setelah roket mencapai bobot nol, menandakan kedatangan kru di luar angkasa.

Pemenang Kompetisi Global

Desain Lucas dipilih dari lebih dari 2.600 entri dalam kompetisi global yang diselenggarakan oleh NASA dan Freelancer, sebuah platform crowdsourcing. Inovator muda ini, yang sudah menjadi pengikut setia eksplorasi ruang angkasa, mengungkapkan kegembiraannya dalam video pra-peluncuran: “Saya suka roket, saya suka NASA, saya suka tata surya…Saya suka belajar tentang luar angkasa.” Antusiasme ini, dikombinasikan dengan indikator yang dirancang dengan cermat, membuatnya mendapatkan kemenangan.

Detail Desain dan Konteks Sejarah

Boneka tersebut, diberi nama “Rise”, menampilkan topi baseball bergambar bintang dan mahkota yang menyerupai Bumi. Nama itu sendiri merujuk pada foto ikonik “Earthrise” yang diambil selama misi Apollo 8 pada tahun 1968, yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang sejarah luar angkasa. Desain Lucas juga menghormati pendaratan Apollo 11 di bulan, memperkuat kecintaannya terhadap subjek tersebut.

Tradisi Sahabat Luar Angkasa

Dimasukkannya mainan indikator gravitasi nol adalah tradisi lama dalam misi luar angkasa. Pada tahun 1961, Yuri Gagarin, manusia pertama di luar angkasa, membawa boneka dalam penerbangan bersejarahnya. Baru-baru ini, astronot Reid Wiseman, yang juga komandan Artemis II, membawa mainan jerapah ke luar angkasa pada tahun 2014. Praktik ini menambah sentuhan kemanusiaan pada dunia perjalanan luar angkasa yang berisiko tinggi.

Artemis II: Misi Bersejarah

Misi ini menandai penerbangan berawak pertama NASA ke bulan dalam lebih dari 50 tahun. Para kru, termasuk Christina Koch—wanita pertama yang melakukan perjalanan antara Bumi dan bulan—dan Victor Glover, orang kulit berwarna pertama dalam perjalanan tersebut, akan melakukan perjalanan lebih jauh dari Bumi dibandingkan manusia mana pun sebelum mereka. Meskipun Artemis II tidak akan mendarat di bulan, keberhasilannya sangat penting untuk membuka jalan bagi misi bulan di masa depan.

Keberhasilan Artemis II merupakan langkah penting menuju eksplorasi bulan yang berkelanjutan. Misi ini bukan hanya sekedar mencapai bulan; ini tentang mendorong batas-batas kemampuan manusia dan menginspirasi generasi baru penggemar ruang angkasa.

Ekspedisi ini dijadwalkan menempuh jarak lebih dari 250.000 mil selama 10 hari, menawarkan data dan pengalaman berharga untuk pendaratan di bulan di masa depan. Boneka Lucas Ye’s Rise akan menjadi bagian dari perjalanan tersebut, membawa simbol inspirasi masa muda ke dalam luasnya ruang angkasa.