Bulan secara bertahap semakin penuh di langit malam, suatu perkembangan alami dalam siklus bulanannya. Pada tanggal 25 Februari, Bulan berada dalam fase Waxing Gibbous, dengan sekitar 70% permukaannya diterangi. Artinya, jika Anda melihat ke atas malam ini, Anda akan melihat Bulan hampir purnama, lebih terang dan lebih menonjol dibandingkan beberapa hari terakhir.

Mengamati Permukaan Bulan

Bahkan tanpa peralatan khusus, beberapa fitur sudah terlihat. Area gelap dan halus yang dikenal sebagai Mares Tranquillitatis (Sea of ​​Tranquility) dan Serenitatis (Sea of ​​Serenity) mudah dikenali dengan mata telanjang. Jika Anda memiliki teropong, Anda dapat menyempurnakan pandangan Anda dengan menyertakan Mare Nectaris dan kawah Alphonsus dan Endymion. Teleskop akan mengungkap lebih banyak detail, termasuk lokasi pendaratan Apollo 14 dan 16, serta rille Rima Ariadaeus yang mengular.

Bulan Purnama Mendatang

Bulan Purnama berikutnya akan terjadi pada tanggal 3 Maret, menandai puncak siklus bulan ini. Bulan Purnama sebelumnya terjadi pada tanggal 1 Februari, yang berarti pergerakan fase bulan dapat diprediksi namun terus menerus.

Memahami Fase Bulan: Siklus 29,5 Hari

Bulan mengorbit Bumi dalam waktu sekitar 29,5 hari, dan seiring dengan itu, jumlah sinar matahari yang dipantulkan dari permukaannya berubah. Hal ini menciptakan fase berbeda yang kita amati dari Bumi. Meskipun Bulan terkunci pasang surut – artinya sisi yang sama selalu menghadap kita – bagian yang diterangi bergeser saat mengorbit.

Berikut rincian delapan fase bulan utama:

  • Bulan Baru: Posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga membuat sisi yang terlihat menjadi gelap.
  • Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya muncul di sisi kanan (di Belahan Bumi Utara).
  • Kuartal Pertama: Separuh Bulan diterangi di sisi kanan.
  • Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, tapi belum penuh.
  • Bulan Purnama: Seluruh permukaan Bulan yang terlihat diterangi.
  • Waning Gibbous: Bulan mulai kehilangan cahaya di sisi kanan.
  • Kuartal Ketiga (atau Kuartal Terakhir): Setengah Bulan menyala, tapi sekarang di sisi kiri.
  • Bulan Sabit Pudar: Sepotong tipis cahaya tetap berada di sisi kiri sebelum menjadi gelap kembali.

Fase Bulan adalah pengingat akan mekanisme langit yang mengatur tata surya kita, dan cara sederhana untuk terhubung dengan ritme alami ruang.

Siklus bulan bukan sekedar fenomena estetika; itu mempengaruhi pola pasang surut, kalender sejarah, dan bahkan beberapa perilaku biologis. Memahami fase-fase ini adalah bagian mendasar dalam memahami tempat kita di alam semesta.