Sebuah uji klinis besar yang menyelidiki penggunaan penghambat pubertas pada anak-anak telah dihentikan oleh Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA). Jeda ini terjadi setelah regulator menyampaikan kekhawatiran tentang kurangnya data konklusif mengenai efek biologis jangka panjang, khususnya yang mendesak peserta berusia minimal 14 tahun. Perkembangan ini menyoroti meningkatnya pengawasan terhadap transisi medis pada generasi muda yang mengalami disforia gender.
Mengapa Ini Penting
Keputusan ini menggarisbawahi perdebatan kritis tentang menyeimbangkan akses terhadap pengobatan yang berpotensi mengubah hidup dengan kebutuhan akan bukti ilmiah yang kuat. Penghambat pubertas adalah obat penekan hormon yang digunakan untuk menunda perubahan fisik pada masa pubertas, sehingga memberi remaja lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi identitas gender mereka sebelum mengambil keputusan yang tidak dapat diubah.
Jeda ini terkait dengan Cass Review baru-baru ini, sebuah investigasi independen mengenai perawatan gender untuk anak-anak di Inggris. Tinjauan tersebut menemukan bahwa bukti saat ini yang mendukung manfaat penghambat pubertas masih lemah, sehingga NHS Inggris membatasi penggunaannya di luar lingkungan penelitian.
Kekhawatiran Utama yang Diangkat oleh MHRA
Kekhawatiran utama MHRA berpusat pada kerusakan biologis jangka panjang yang tidak dapat dihitung. Surat badan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa uji coba harus dimulai dengan peserta berusia 14 tahun ke atas karena potensi risikonya. Protokol yang ada saat ini mencakup anak-anak berusia 10 atau 11 tahun, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mempertimbangkan manfaat dibandingkan dengan ketidakpastian.
Regulator tidak berupaya untuk menghentikan uji coba tersebut sepenuhnya, melainkan memperkuat rancangan uji coba tersebut dan memastikan keamanan yang lebih baik. Ini bukanlah intervensi hukum melainkan intervensi ilmiah, yang bertujuan menyempurnakan metodologi penelitian.
Apa Selanjutnya?
Diskusi antara MHRA dan King’s College London, sponsor uji coba, dijadwalkan minggu depan. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan kekhawatiran regulator sebelum perekrutan dimulai. Uji coba tersebut, yang dikenal sebagai Pathways, dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang kuat mengenai efek penghambat pubertas, namun kini menghadapi penundaan lebih lanjut.
Jeda ini memperkuat pendekatan yang hati-hati, dengan pemerintah menekankan bahwa persidangan hanya akan dilanjutkan jika bukti ahli menegaskan keamanan dan kebutuhannya. NHS telah membatasi akses rutin terhadap penghambat pubertas, sehingga studi berbasis penelitian seperti Pathways penting untuk pedoman di masa depan.
Keputusan ini merupakan sinyal yang jelas bahwa kesejahteraan anak-anak dan remaja tetap menjadi prioritas utama. Ketelitian ilmiah harus mendahului praktik klinis yang meluas di bidang sensitif ini.
Jeda ini bukan merupakan penolakan terhadap layanan yang mendukung gender, namun lebih merupakan tuntutan akan bukti yang lebih kuat sebelum pengobatan yang berpotensi tidak dapat diubah diberikan. Hal ini kemungkinan akan memicu perdebatan lebih lanjut mengenai implikasi etika dan medis dari intervensi terhadap perkembangan remaja.
