Naturalis dan presenter BBC Springwatch Chris Packham telah mengeluarkan seruan untuk bertindak bagi generasi pelestari lingkungan berikutnya, dengan menekankan bahwa generasi muda harus diberdayakan untuk memimpin perjuangan melawan penurunan kualitas lingkungan.

Berbicara di Universitas East Anglia di Norwich, Packham menghadiri perayaan seratus tahun Norfolk Wildlife Trust, sebuah organisasi yang menandai 100 tahun perlindungan keanekaragaman hayati lokal.

Satu Abad Konservasi di Norfolk

Norfolk Wildlife Trust memiliki sejarah yang panjang, dimulai pada tahun 1926 ketika Dr. Sydney Long membeli tanah rawa seluas 435 hektar di Cley di sebelah Laut. Selama satu abad terakhir, misi Trust telah berkembang dari pelestarian mendasar cagar alam menjadi pendekatan pengelolaan lahan yang lebih terintegrasi.

Merefleksikan nilai ekologi unik kawasan ini, Packham menyoroti keragaman lanskap Norfolk:
Ekosistem pesisir, termasuk bukit pasir dan pantai berlumpur.
Lahan basah, seperti alang-alang yang luas.
Habitat darat, termasuk padang rumput kering dan beragam lahan pertanian.

Keanekaragaman habitat tingkat tinggi inilah yang memungkinkan Norfolk mendukung beragam spesies satwa liar.

Dari Pelestarian hingga Transformasi Lanskap

Meskipun konservasi tradisional berfokus pada perlindungan wilayah tertentu di alam, Packham berpendapat bahwa era modern memerlukan perubahan yang lebih sistemik. Ia menganjurkan model kolaboratif di mana para pegiat konservasi bekerja secara langsung dengan petani dan ahli kehutanan untuk “membentuk kembali lanskap” menjadi ekosistem yang lebih sehat dan berketahanan.

Pergeseran ini bukan hanya sekedar preferensi lingkungan namun sebuah kebutuhan yang didorong oleh titik temu beberapa krisis global. Packham memperingatkan bahwa krisis alam dan krisis iklim terkait erat dengan krisis biaya hidup.

“Kerusakan iklim akan berdampak pada para petani di sini dan kapasitas mereka untuk memproduksi pangan… mohon jangan berpikir bahwa krisis alam dan krisis iklim tidak berdampak pada krisis biaya hidup, karena hal tersebut sudah pasti terjadi.”

Hubungan ini didukung oleh data ekonomi; Penelitian dari London School of Economics and Political Science menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat merugikan Inggris sekitar 3,3% PDB pada tahun 2050. Hal ini menggarisbawahi fakta bahwa degradasi lingkungan merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan.

Warisan Advokasi Lingkungan

Packham juga meluangkan waktu sejenak untuk menghormati warisan Sir David Attenborough, yang ia gambarkan sebagai “duta terbesar kehidupan”. Ia mencatat bahwa upaya yang dilakukan Attenborough merupakan landasan dalam memupuk “kedekatan yang mengakar” terhadap alam lintas generasi, menyediakan platform yang memungkinkan aktivis modern seperti Packham untuk melanjutkan upayanya.

Ketika dunia menghadapi perubahan lingkungan hidup yang semakin cepat, pesan Packham sangat jelas: menyelesaikan permasalahan ini tidak hanya membutuhkan ilmuwan, namun juga “politisi yang berani dan tegas”** yang bersedia mengakui besarnya krisis ini dan mengambil tindakan tegas.


Kesimpulan
Ketika Norfolk Wildlife Trust merayakan satu abad kerja mereka, pembicaraan telah beralih dari sekadar melindungi lahan menjadi tuntutan yang lebih luas akan keberanian politik dan pengelolaan lahan terpadu untuk memerangi dampak buruk ketidakstabilan iklim dan ekonomi.