Setelah terbang melintasi bulan selama 10 hari yang bersejarah, awak Artemis II bersiap menghadapi salah satu fase penerbangan luar angkasa yang paling berbahaya: masuk kembali ke atmosfer bumi. NASA telah merinci logistik kompleks setiap menit yang diperlukan untuk membawa pulang kru dengan selamat setelah perjalanan mereka mengelilingi Bulan.
Fisika Masuk Kembali: Margin Kesalahan yang Sempit
Perjalanan pulang bukan sekadar turun; ini adalah peristiwa balistik berkecepatan tinggi. Kapsul Orion akan menghantam atmosfer bumi dengan kecepatan sekitar 24.000 mph.
Margin kesalahan pada fase ini sangat tipis. Jeff Radigan, direktur penerbangan utama misi tersebut, menekankan bahwa pesawat ruang angkasa harus mencapai antarmuka masuknya pada sudut tertentu dengan presisi kurang dari satu derajat.
“Jangan bertele-tele. Kita harus mengambil sudut tersebut dengan benar – jika tidak, kita tidak akan berhasil masuk kembali,” Radigan memperingatkan.
Ketepatan ini sangat penting karena sudut menentukan dua hal: apakah kapsul dapat bertahan dari panas gesekan yang hebat dan apakah kapsul akan mendarat di zona pemulihan yang ditentukan, bukan di darat atau di perairan yang tidak diinginkan.
Garis Waktu Keturunan
Transisi dari luar angkasa ke percikan air melibatkan beberapa tahap yang cepat. Menurut NASA, jadwal penurunannya adalah sebagai berikut:
- Pemisahan: Modul kru Orion akan terlepas dari modul layanan. Modul layanan selanjutnya akan terbakar di atmosfer.
- Antarmuka Masuk: Orion akan menghantam atmosfer, memicu pemadaman komunikasi singkat saat perisai plasma mengelilingi pesawat.
- Penempatan Parasut: Parasut Drogue akan dikerahkan terlebih dahulu, diikuti oleh set parasut utama.
- Splashdown: Kapsul tersebut diperkirakan akan menghantam perairan lepas pantai San Diego.
Operasi Pemulihan dan Keamanan Publik
Splashdown akan terjadi di daerah terpencil beberapa mil di lepas pantai selatan California. NASA telah menetapkan zona eksklusi yang besar untuk memastikan keselamatan publik dan keberhasilan misi.
Proses pemulihan diperumit oleh “puing-puing” yang dihasilkan saat turun. Saat modul memasuki atmosfer, penutup ruang depan dibuang untuk melepaskan sistem parasut. Untuk mengatasi hal tersebut, NASA berkoordinasi dengan pasukan militer untuk menjaga jarak aman hingga kapsul stabil.
Proses Ekstraksi
USS John P. Murtha ditempatkan untuk memimpin pemulihan. Setelah kapsul berada di dalam air, prosesnya mengikuti protokol yang ketat:
* Menyelamatkan Pesawat Luar Angkasa: Para kru harus terlebih dahulu melakukan “pematian secara teratur” dan “mengamankan” sistem pesawat ruang angkasa.
* Pemeriksaan Awal: Tim pemulihan akan menunggu beberapa menit untuk memastikan tidak ada risiko langsung dari sisa puing atau panas.
* Ekstraksi Kru: Setelah selesai, tim akan mendekati kapsul, memasang platform flotasi (“teras depan”), dan membantu kru keluar dari pesawat.
Setelah ekstraksi, kru akan menjalani evaluasi medis sebelum diangkut ke Johnson Space Center di Houston, Texas.
Sebuah Perjalanan Mendalam Berakhir
Bagi para kru, misi ini merupakan perjalanan psikologis dan teknis. Pilot Victor Glover, orang kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan melampaui orbit rendah Bumi, mencatat nilai ilmiah yang sangat besar dari misi tersebut, dengan menyatakan bahwa data paling penting saat ini ada di dalamnya.
Komandan Misi Reid Wiseman merefleksikan pengalaman misi yang “tidak nyata”, termasuk terputusnya komunikasi yang dialami saat melakukan perjalanan di belakang Bulan.
Kesimpulan: Kembalinya Artemis II menandai momen penting dalam eksplorasi bulan, transisi dari keberhasilan navigasi luar angkasa ke rekayasa presisi tinggi yang diperlukan untuk kembali dengan selamat ke Bumi.























