Harold Delos Babcock tidak hanya memperhatikan bintang. Dia memetakan kekuatan tak kasat mata yang berputar di sekitar mereka.

Lahir di Edgerton, Wisconsin, pada tanggal 24 Januari 1882, Babcock menjadi salah satu tokoh paling penting dalam fisika matahari. Dia meninggal di Pasadena, California, pada tanggal 8 April 1968, meninggalkan warisan yang mengubah cara kita memahami bintang terdekat.

Terobosan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Untuk itu diperlukan kemitraan dengan putranya, Horace Welcome Babcock. Bersama-sama, mereka membangun magnetograf surya pada tahun 1951. Instrumen ini bukanlah peningkatan kecil. Itu adalah cara pandang yang baru.

Sebelum perangkat ini, para astronom bisa melihat bintik matahari. Mereka bisa menghitungnya. Mereka bisa melacak pergerakan mereka. Namun mereka tidak dapat mengukur medan magnet yang tersembunyi di dalam bidang gelap tersebut. Daya tarik matahari adalah sebuah misteri. Keluarga Babcock mengubah misteri itu menjadi data.

“Dengan magnetograf mereka, Babcock mendemonstrasikan keberadaan medan umum Matahari dan menemukan bintang-bintang yang memiliki variabel magnetis.”

Implikasinya langsung terasa. Instrumen tersebut mengungkapkan bahwa Matahari bukan sekadar bola plasma. Ini adalah mesin magnet yang kompleks. Babcock menggunakan alatnya untuk mendeteksi bintang yang mengubah keluaran magnetnya. Ini bukanlah pembakar yang stabil. Mereka dinamis, mudah berubah, dan sangat menarik.

Harold Babcock bergabung dengan staf Observatorium Mount Wilson di California pada tahun 1909. Dia menghabiskan hampir empat dekade di sana. Dia bekerja sampai dia setengah pensiun pada tahun 1948, namun pikirannya tidak pernah berhenti berputar.

Berita utama sebenarnya muncul pada tahun 1959. Harold Babcock mengumumkan fakta yang mengejutkan. Matahari tidak memiliki polaritas magnet yang konstan. Itu terbalik.

Pembalikan ini bersifat periodik. Itu terjadi kira-kira setiap 11 tahun. Pada puncak aktivitas matahari, kutub magnet utara dan selatan bertukar tempat. Siklus ini mendorong jumlah bintik matahari. Ini mempengaruhi cuaca luar angkasa. Ini mempengaruhi satelit, jaringan listrik, dan komunikasi radio di Bumi.

Karya Babcock menjelaskan ritme kekacauan itu. Ia menunjukkan bahwa kemagnetan Matahari tidak statis. Ini adalah sebuah lingkaran. Sebuah siklus. Detak jantung.

Karirnya di Mount Wilson mencakup dua perubahan besar dalam astronomi. Dia melihat peralihan dari pelat fotografi ke sensor elektronik. Dia menyaksikan transisi dari observasi murni ke pemodelan fisik. Melalui semua itu, magnetograf tetap menjadi prestasi khasnya.

Alat tersebut memungkinkan para ilmuwan memetakan medan magnet secara detail. Ini memberikan bukti jelas pertama bahwa aktivitas magnet matahari bersifat sistematis. Tidak acak. Bukan kebetulan.

Horace Babcock kemudian menjadi direktur di Kitt Peak National Observatory. Dia melanjutkan tradisi keluarga dalam instrumentasi tugas berat yang presisi. Namun penemuan tahun 1951 adalah kuncinya. Itu membuka pintu.

Saat ini, setiap satelit yang memantau cuaca matahari bergantung pada prinsip yang ditetapkan Babcock. Kami melacak lontaran massa koronal karena kami mengetahui perilaku medan magnet. Kami memperkirakan badai geomagnetik karena kami memahami perubahan polaritas.

Harold Babcock adalah seorang astronom pertama. Tapi dia juga seorang insinyur persepsi. Dia memberi kami mata yang bisa melihat daya tarik.

Matahari masih mengejutkan kita. Instrumen baru mengungkapkan detail yang lebih baik. Kami menemukan medan yang lebih kuat. Kami memetakan lebih banyak