Massa molar adalah berat satu mol suatu zat. Mol adalah sejumlah partikel tertentu. Ukurannya 6,022 x 10^23. Angka ini penting. Ia menghubungkan dunia mikroskopis atom dengan dunia makroskopis gram.

Ahli kimia menggunakan massa molar untuk mengetahui berapa berat suatu zat. Ini berfungsi untuk elemen. Ia bekerja untuk molekul. Satuan standarnya adalah gram per mol (g/mol). Sistem Satuan Internasional menggunakan kilogram per mol (kg/mol). Tetapi sebagian besar pekerjaan laboratorium hanya menggunakan gram.

Anda dapat menemukan angka-angka ini di tabel periodik. Lihatlah massa atomnya. Jumlahnya sama dengan massa molar. Ambil hidrogen. Massa atomnya adalah 1,00794. Massa molarnya adalah 1,00794 g/mol. Ambil nitrogen. Itu berada pada 14,0067 g/mol.

Kebetulan ini membuat perhitungan menjadi lebih mudah. Anda tidak perlu mencari dua kumpulan data yang berbeda. Tabel periodik memberi Anda kunci untuk mengkonversi antara atom dan gram.

Cara Menghitung Massa Molar Senyawa

Menghitung massa molar suatu senyawa sangatlah mudah. Itu adalah sebuah jumlah. Anda menjumlahkan massa semua atom dalam rumus.

Pertama. Identifikasi setiap unsur dalam rumus kimia.
Kedua. Temukan massa atom setiap unsur pada tabel periodik.
Ketiga. Kalikan massa tersebut dengan jumlah atom unsur tersebut dalam rumus.
Keempat. Tambahkan semua hasilnya bersama-sama.

Mari kita lihat air. H2O.
Dua atom hidrogen. Satu atom oksigen.
Hidrogen adalah 1,00794 g/mol.
Oksigen adalah 15,999 g/mol.

Perhitungan:
21,00794 = 2,01588
1
15.999 = 15.999
Jumlah = 18,01488 g/mol.

Pembulatan penting dalam sains. Tapi prinsipnya sederhana. Berat total molekul adalah jumlah bagian-bagiannya. Hal ini berlaku untuk garam. Ini berlaku untuk senyawa organik kompleks. Ini berlaku untuk polimer.

Mengapa hal ini penting di luar kelas?
Obat-obatan memerlukan dosis yang tepat. Perbedaan miligram dapat mengubah efek obat.
Ilmu material bergantung pada rasio yang tepat.
Pengujian lingkungan mengukur polutan dalam bagian per juta.

Tanpa data massa molar yang akurat, tidak satu pun dari bidang-bidang ini yang berfungsi dengan benar. Angka-angka tersebut tidak abstrak. Mereka adalah dasar dari kimia kuantitatif.

Jembatan antara dunia mikroskopis atom dan dunia makroskopis yang dapat kita timbang dalam skala adalah massa molar. Ini bukan hanya sekedar angka yang Anda hafal untuk ujian kimia. Ini adalah faktor konversi yang memungkinkan Anda menghitung atom dengan menimbangnya.

Rumusnya mudah:

Massa molar = massa/mol

Inilah trik yang kebanyakan siswa lewatkan sejak dini. Massa molar suatu unsur atau senyawa secara numerik identik dengan massa atom atau molekulnya, hanya saja dengan satuan yang berbeda. Anda berpindah dari satuan massa atom (sma) ke gram per mol (g/mol).

Ambil oksigen. Tabel periodik mencantumkan massa atomnya sebagai 15,9994 sma. Artinya, satu mol atom oksigen memiliki berat tepat 15,9994 gram.

Untuk mencari massa molar suatu senyawa, Anda menjumlahkan massa masing-masing unsur. Kalikan massa setiap unsur dengan jumlah yang ada di rumus.

Mari kita lihat amonia (NH3).

Anda memerlukan massa molar nitrogen ditambah tiga kali massa molar hidrogen.

  • Nitrogen: 14,0067 g/mol
  • Hidrogen: 1,00794 g/mol

Jadi, 14,0067 + (1,00794 x 3) = 17,03052 g/mol.

Setelah Anda memiliki nomor itu, Anda membuka kemampuan untuk mengkonversi antara massa dan kuantitas. Karena satu mol mengandung jumlah partikel Avogadro (6,022 x 10^23), mengetahui massa molar memberi tahu Anda berapa banyak partikel dalam satu gram zat.

Jika Anda mengetahui massa total suatu sampel dan massa molar suatu zat, mencari jumlah moes dapat dilakukan dengan pembagian sederhana.

mol = massa / massa molar

Misalkan Anda memiliki tangki amonia seberat 100 gram. Untuk mengetahui jumlah tahi lalat yang Anda miliki, bagi 100 dengan 17,03052. Hasilnya kira-kira 5,87 mol.

Itu hampir 6 mol gas. Atau sekitar 3,5 x 10^24 molekul.

“Massa molar adalah kunci yang mengubah berat menjadi hitungan.”

Massa Molar Umum yang Harus Anda Ketahui

Anda tidak perlu menghitung semuanya dari awal setiap saat. Menghafal beberapa nilai inti menghemat waktu dan mengurangi kesalahan.

Gas oksigen (O2) : Karena oksigen bersifat diatomik, massa atomnya berlipat ganda. 15,9994 x 2 = 31,9988 g/mol.

Karbon (C) : Tulang punggung kimia organik. 12,011 g/mol.

Karbon monoksida (CO) : Karbon ditambah oksigen. 12,011 + 15,9994 = 28,0101 g/mol.

Karbon dioksida (CO2) : Satu karbon, dua oksigen. 12,011 + (2 x 15,9994) = 44,0095 g/mol. Hal ini penting untuk memahami emisi gas rumah kaca berdasarkan beratnya.

** Kalium (K) : Elektrolit esensial. 39,0983 g/mol**.

Natrium (Na) : Sisi lain dari koin garam. **22.98