Falcon 9 kembali berbisnis. Dua puluh empat satelit Starlink kini mengelilingi Bumi dalam orbit rendah, namun perjalanannya tidak sepenuhnya mulus. SpaceX melewatkan jendela aslinya pada hari Senin. Kemudian, dua puluh empat jam kemudian, peluncuran akhirnya terjadi.
Ini adalah pengingat bahwa bahkan untuk roket paling canggih sekalipun, segala sesuatunya masih bisa rusak.
Pada Senin pagi, 20 Juli, tim telah mengisi bahan bakar dan menyiapkan roket. Mereka berada beberapa saat lagi dari titik api di Space Launch Complex 4 East. Lalu, diam. Pemutusan mesin roket terjadi tepat di awal. Itu dibatalkan. Tidak ada peringatan. Tidak ada penjelasan.
SpaceX tidak merilis rincian teknis mengapa mesinnya mati. Mereka tidak perlu melakukannya. Pada hari Selasa, masalah ini telah teratasi.
Upaya kedua tidak menunggu lama. Falcon 9 lepas landas pada 10:49 EDT. Saat itu pukul 14:49 GMT. Jika Anda menonton dari California, saat itu pukul 07.49 PDT. Latarnya adalah Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg. Hari yang sempurna untuk terbang.
Pendakiannya normal. Roket itu naik. Dan tibalah saat yang ditunggu-tunggu semua orang. Fairing muatannya terpisah. Satelit dikerahkan ke orbit targetnya.
“Penyebaran 24 satelit Starlink telah dikonfirmasi,” tulis SpaceX di media sosial. Pendek. Efisien.
Booster 1082 juga melakukan perannya. Ini bukan pertama kalinya kami melihat inti khusus ini terbang. Kini telah menyelesaikan misinya yang ke-23. Itu adalah angka yang gila untuk booster tahap pertama. Setelah menurunkan muatannya, inti tersebut turun ke pesawat tak berawak “Tentu Saja Aku Masih Mencintaimu”. Pesawat itu mendarat dengan selamat di Samudera Pasifik.
Batch ini termasuk dalam Grup 17-39 megakonstelasi Starlink. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa mereka mengirimkan satelit dalam kelompok tertentu. Ini tentang mekanika orbital dan jendela penerapan, tetapi hasilnya sederhana. Lebih banyak node di langit.
Starlink bukan hanya tentang mengunduh video kucing. Ini menyediakan akses broadband global. Jumlah ini sangat besar untuk daerah terpencil. Tempat di mana pemasangan serat optik terlalu mahal atau secara fisik tidak memungkinkan. Namun kasus penggunaannya semakin meluas. Jaringan tersebut sekarang mendukung Wi-Fi dalam penerbangan untuk jet komersial dan pribadi. Ada layanan langsung ke seluler yang dimulai dengan penyedia tertentu. Anda bisa menggunakan smartphone standar untuk terhubung ke internet tanpa modem khusus.
Mengapa hal ini penting saat ini? Karena konektivitas menjadi infrastruktur. Sama seperti jalan raya atau listrik. Ketika Anda dapat mengirim internet ke zona badai atau melintasi lautan dari kapal yang bergerak, dunia akan menyusut. Luar AngkasaX
























